Skip to main content

Perusahaan Di Asia Tenggara Masih Rendah Memahami Internet Of Things

Perusahaan Di Asia Tenggara Masih Rendah Memahami Internet Of Things
Survey yang bertema The 2016 Internet of Things Enabled Coustumer Experience Report Asia Pasific, dikeluarkan oleh Genesys belum lama ini. Perusahaan di Asia Tenggara menghasilkan skor lebih rendah dalam pemahaman costumer experience berbasis IoT. Survey tersebut menyebutkan hampir 500 pemimpin perusahaan dalam 6 industri penting 11 negara di Asia Pasifik.

Survey yang dilakukan Genesys tersebut juga bekerja sama dengan Frost dan Sullivan. Survey yang dilakukan mengenai cara berbagai perusahaan di kawasan Asia Pasifik memahami Internet of Things. Juga, sampai mana para perusahaan mengunakan perangkat-perangkatnya untuk meningkatkan pengalaman para pelanggan.

Survey ini juga menghasilkan tingkatan pemahamann para pelaku bisnis di Asia Tenggara yang utama di pengaruhi oleh kurangnya persepsi mengenai pengalaman pelanggan berbasis IoT. Hanya 27% responden yang mempercayai bahwa teknologi IoT mampu meningkatkan pengalaman pelanggan. Sementara 34% responden yang percaya jika IoT lebih banyak menawarkan keuntungan dari segi biaya.

Meski Asia Tenggara dinilai rendah dalam pemahaman IoT, saat ini perusahaan di Asia Pasifik yang mulai fokus menggunakan IoT untuk meningkatkan pengalaman konsumen mencapai 49% atau hampir setengahnya. Dan kawasan Asia Tenggara bersaing dengan India yang sama-sama berada di posisi kedua perihal banyaknya perusahaan yang berbasis IoT untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.

Sumber: Dirangkum dari selular.id

Comments

Popular posts from this blog

Browser Khusus Indonesi "Firefox Rocket" Ringan Dan Cepat

   Firefox Rocket: Browser Khusus Indonesia yang Lebih Ringan dan Cepat dikhususkan untuk pengguna Indonesia. Pihak perusahaan mengklaim bahwa Firefox Rocket akan menyediakan pengalaman berselancar internet dengan lebih cepat, ringan dan stabil. Tak hanya itu, pengguna juga dapat menghemat penggunaan data internet. Product Manager Android Browsers, Joe Cheng menuturkan, “Setelah melalukan riset, kami menemukan 40 persen pengguna muda di Indonesia tak puas dengan peramban bawaan yang ada di perangkatnya karena lambat. Untuk itu, Firefox Rocket hadir sebagai solusi,” tutur Joe saat peluncuran Firefox Rocket di Jakarta, Rabu (8/11/2017). Pihak Mozilla juga menjelaskan bahwa alasan mereka meluncurkan aplikasi browser khusus untuk pengguna Indonesia adalah karena semakin meningkatnya pengguna internet di tanah air yang dibuktikan dengan data statistik yang cenderung semakin meningkat dari tahun ke tahun di masa yang akan datang. “Baru ada sekitar 130 juta pengguna inter...

10 jejaring SOSIAL paling populer di dunia

   Situs Jejaring Sosial atau Social Network sites adalah sebuah media online yang mengizinkan para pengguna (user) untuk membuat Profil atau informasi pribadinya sehingga dapat terhubung dengan orang lain. Informasi pribadi yang dimaksud dapat berupa foto-foto, Video, data pribadi seperti nama, tempat/tanggal lahir, alamat, pendidikan, pekerjaan serta data-data pribadi lainnya. Situs Jejaring Sosial juga mengizinkan penggunanya untuk menuliskan kegiatan-kegiatan sehariannya ataupun berbagi berbagai hal yang dialami atau dirasakannya. Di Indonesia, mungkin kita hanya mengenal beberapa situs Jejaring Sosial seperti Facebook, Twitter, Path, LinkedIn, Instagram dan Google plus. Namun pada kenyataannya, terdapat ratusan situs jejaring sosial di dunia maya ini dan diantara ratusan situs Jejaring Sosial tersebut, Facebook merupakan situs Jejaring Sosial Terpopuler di Dunia dengan pengguna aktifnya sebanyak 1,35 miliar user. Indonesia merupakan salah satu Negara dengan pengguna Face...

Bukalapak Akan bangun pusat Riset terbesar diBandung

Bukalapak akan bangun pusat riset terbesar di bandung Bukalapak berencana membangun pusat riset terbesar di Bandung pada pertengahan tahun ini. CEO Bukalapak, Achmad Zaky mengungkap alasannya memilih Bandung dikarenakan banyak kampus yang berfokus pada studi teknologi di Bandung dibanding kota lainnya, sebut saja ITB, Telkom, Itenas, dan Unpar. Pusat riset tersebut akan digunakan untuk mengembangkan teknologi-teknologi baru seperti blockchain, internet of things, drone, augmented reality, dan kecerdasan buatan yang secara umum belum banyak di kembangkan di Indonesia. Bukalapak mengungkap bahwa sudah ada beberapa kampus dan dosen teknologi yang terlibat untuk merealisasikan pusat riset ini. Zaky pun mengaku sudah berdiskusi dengan Walikota Bandung untuk membahas potensi penerapan kota pintar. Fasilitas tersebut direncanakan akan didirikan diatas tanah seluas 5000 meter persegi dengan lokasi yang masih di rahasiakan. Bukalapak juga menargetkan akan merekrut 200 orang talenta lokal melal...